Work Text:
Hujan jarang terjadi di sekitar Kota Pelabuhan Liyue.
Udara dingin yang menggigit menjalar mengisi ruang kota. Hembusnya membuat warga kota memilih untuk melanjutkan aktivitas dalam ruangan, malah ada yang berhenti. Mereka tak terbiasa dengan hujan lebat nan dingin apalagi di dalam kota seperti ini. Hujan deras mengguyur kota dengan intensitas tinggi bahkan tetesnya dapat terasa di kulit berlapis baju.
Pun Zhongli, dia tak terbiasa dengan cuaca seperti ini. Dia nampak tak mengerti kenapa fenomena ini terjadi tak mampu menjawab pertanyaan Childe. Sang pria muda dengan surai merah itu duduk di samping Zhongli. Mereka sedang berada di depan Wangsheng Funeral Parlor. Dua pria ini hampir saja terjebak hujan jika mereka tak di dekat Wangsheng ketika hujan mulai turun.
Seperti biasa, Childe mengajak Zhongli untuk makan siang bersama. Mereka bertukar cerita dan gosip, lebih tepatnya Zhongli yang banyak bercerita, namun sang harbinger tak keberatan. Dia sudah terbiasa dengan perangai sang konsultan, malah dia senang mendengar ceritanya. Suaranya yang semanis madu namun sedalam tambang mampu menenangkan pikirannya dan menggelitik telinganya. Ada desiran asing yang tak berani ia pertanyakan ketika berada di dekat sang mantan Geo Archon tersebut.
Saat pulang, Childe berinisiatif untuk berjalan bersama dengan Zhongli karena mereka satu arah. Tak disangka hujan lebat terjadi begitu cepat. Segeralah Childe dan Zhongli lari ke depan Wangsheng Funeral Parlor. Childe memegang salah satu lengan Zhongli meskipun sang adeptus cukup mampu untuk berlari sendiri. Namun dia tak menolak tangannya dan menahan senyum yang hendak mekar di wajahnya.
"Ga biasanya hujan besar kayak gini. Aku udah lama di sini tapi ga pernah kehujanan begini. Ini kenapa ya xiangsheng?" Tanya Childe sembari merapikan rambutnya dan mengibas-nginas sisa hujan meskipun sia-sia karena air hujannya sudah meresap ke jas nya.
"Sejujurnya saya juga tidak paham. Menurut sejarah, salah satu alasan Rex Lapis memilih tempat ini menjadi tempat tinggal baru untuk warga Liyue adalah iklimnya yang lebih baik daripada daerah lain." Jawab Zhongli sembari melepas jaket luarnya yang basah kuyup. Childe sudah kebal dengan dingin jadi dia tak langsung melepas jaketnya, tapi tidak dengan sang konsultan. Walau ucapannya jelas dan lancar namun childe dapat melihat badannya bergetar sesekali karena kedinginan.
Baru saja sang surai merah menoleh dan ingin melanjutkan berbicara, napasnya tercekat melihat pemandangan di depannya. Zhongli susah melucutkan jas luar serta rompi dalam nya, tersisa hanya kemeja kremnya saja. Sepertinya Zhongli tak mengenakan apapun dibalik kemeja, tak ada kaos dalam. Sedikit air hujan yang dapat menembus kemejanya membuat lapisan kain itu agak transparan. Bahkan jika childe menyipitkan matanya, kemejanya seperti kulit untuk zhongli.
Dia dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh sang konsultan nan ramping. Dadanya yang berotot namun masih berukuran wajar menempel dengan kemejanya. Udara dingin membuat bulatan di balik kain itu tegang. Childe menelan ludah perlahan melihat dua tonjolan cokelat tersebut. Saat dia menurunkan pandangannya, dia disuguhi dengan gambar pinggang nya yang amat kecil. Mungkin Childe dapat menyentuh ujung jarinya ketika menggenggamnya dengan kedua tangannya.
Lebih bawah lagi, dia segera mengalihkan pandangan karena terlalu berbahaya.
"Ada apa Master Childe?" Zhongli bertanya ketika melihat sang pemuda itu malah memandang ke arah lain. Dia tak mengerti kenapa Childe memandanginya sambil terdiam seperti itu. Dia merasa sedikit risih namun anehnya dia tak mau Childe berhenti memandangnya seperti itu. Dia ingin sesuatu namun tak mengerti apa.
"Tidak apa-apa." Jawabnya pura-pura merapikan bajunya yang tak perlu dirapikan itu.
"Kalau begitu mari masuk. Kita sudah terlalu lama di depan pintu. Saya ada baju ganti untuk kamu pakai."
Tanpa menunggu lama Childe masuk ke dalam Wangsheng Funeral Parlor untuk berteduh dan menghangatkan diri.
"Mungkin Zhongli xiangsheng bisa membantu menghangatkan ku dengan cara lain"
Bisikan setan terdengar di telinganya. Dia menggelengkan kepala dengan cepat. Tidak, dia tidak boleh berpikiran untuk melakukan hal seperti itu dengan Zhongli xiangsheng.
Atau belum.
