Actions

Work Header

Take Me Back to the Sea : C'mon, Dear, the Sea is Calling Us |WrioLlette| [END]✔

Summary:

Status : COMPLETED✔️

 

[SHŌNEN-AI + YAOI]

 

{INDONESIAN VERSION}

 

Perlahan, keduanya mulai tenggelam, menerima pelukan sang ibu laut yang bahagia dengan kedatangan terakhir dua anaknya yang tersisa.

"Selamat datang kembali ke rumah kalian berdua yang sebenarnya, sang penguasa naga hydro dan mate-nya."

Itulah bisikan sang ibu laut yang terdengar oleh keduanya.

 

- |Wriothesley × Neuvillette|

 

❄️ WrioLette 'Words Left Unsaid' Album Event © thewrltalbum [X]/Words Left Unsaid | The Fanfiction Collection [AO3]
❄️ ENGLISH VERSION : Take Me Back to the Sea : C'mon, Dear, the Sea is Calling Us by Sapphire_Ruby_21

Notes:

╔═════ஓ๑♡๑ஓ═════╗
WrioLette 'Words Left Unsaid' Album Event
Intro : Take Me Back to the Sea
❄️ SFW : A Walk Along the Shore | A Midnight Swim
❄️ NSFW : A Dragon's Nature | Instinct
≿━━━━༺❀༻━━━━≾
Prompt(s)/Theme(s) I Chose :
❄️ NSFW : A Dragon's Nature | Instinct
╚═════ஓ๑♡๑ஓ═════╝

____________________~♡~____________________

╔═════ஓ๑♡๑ஓ═════╗
❄ Wattpad (Wp) {IND} : Hammy_Vanilla_02 and TauHali_AkuAtsu_2115

❄ Wattpad (Wp) {ENG} : FuyuIcy01

❄ FanFiction.Net (FFN) {IND + ENG} : Sapphire Ruby 21

❄ Archive of Our Own (AO3) {IND + ENG} : Sapphire_Ruby_21
╚═════ஓ๑♡๑ஓ═════╝

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Take Me Back to the Sea : C'mon, Dear, the Sea is Calling Us |WrioLlette| © Sapphire_Ruby_21

Genshin Impact (GI) [原神] © miHoYo/Hoyoverse

Event : WrioLette 'Word Left Unsaid' Album Event © @thewrltalbum [X]/@archonsoflove [AO3]

Pairing : WrioLlette/WrioLette (Wriothesley × Neuvillette)

Rate : T-M-E

Length : One-Shot Story.

Genres : Canon, Romance, Etc.

Warnings : Shōnen-ai and Yaoi (Boy × Boy), Standard Language (Bahasa Baku), Typo(s) Everywhere, Please Give Me (Us) Your Votes and Comments If Ya Like My (Our) Stories, and Please Press the 'Back' Button and Exit Well From This Story If Ya Don't Like My (Our) Stories, I (We) Don't Take Any Profits/Materials From This Story, I (We) Do Not Accept Gossipers/Haters and Plagiarists/Copy Paste (Or Later, I (Icy) Will Take Care of Y'All Directly!), Etc.

I (We) Have Warned Y'All, Baby~! <3

I (We) Hope Ya Like and Enjoy My (Our) Story~! ^^

Happy Reading, Min'na~san~! ^^

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

'Take Me Back to the Sea : C'mon, Dear, the Sea is Calling Us'

______~♡~______

"Ayo, sayang, laut sudah memanggil kita."

Bisa Neuvillette rasakan jika Wriothesley masih merasa ragu, terlihat dari mata sang mantan duke yang selalu melihat ke arah Kota Pengadilan Fontaine, yang sebentar lagi akan tenggelam bersama dengan sebagian besar Fontainian yang bagi sang mantan iudex memang pantas untuk ditenggelamkan.

Neuvillette tidak peduli dengan ramalan banjir besar yang melanda Fontaine saat ini, itulah apa yang insting drakonik miliknya selalu bisikkan kepadanya. Yang jelas, ia sudah memulangkan beberapa orang yang ia sayangi kembali ke pelukan sang ibu laut : Clorinde, Navia, Furina, Sigewinne, Sedene, para melusine yang lain, dan beberapa Fontainian lain yang berhak untuk ia selamatkan.

Kini, tugas Neuvillette hanya satu, menjemput orang yang paling ia cintai : Wriothesley.

Namun, sepertinya akan sulit, karena Wriothesley justru lebih mengkhawatirkan para hama yang tidak pantas dikhawatirkan.

Dan hal itu membuat Neuvillette menggeram, tidak suka jika perhatian Wriothesley tertuju pada para hama yang lebih pantas untuk dimusnahkan ke dalam neraka sang ibu laut.

Maka, dengan menuruti insting drakonik miliknya, Neuvillette mencumbu kasar bibir Wriothesley.

"HMPH?! N-Neuvi- eumh!"

Jilatan dan gigitan kecil Neuvillette lakukan, tanda meminta izin untuk melesatkan lidahnya ke dalam rongga hangat sang terkasih.

Namun, Wriothesley justru secara tidak sadar semakin menutup erat bibirnya.

'Baiklah, memang sepertinya tidak ada cara yang lain lagi.' batin Neuvillette geram.

"AKH!"

Suara terkejut penuh kesakitan bisa Neuvillette dengar saat ia menggigit kasar bibir bawah Wriothesley hingga ia dapat mengecap darah sang terkasih. Hal itu tentunya membuat insting drakonik miliknya semakin liar, buas, dan bersemangat untuk mengklaim sang mantan duke.

Dengan terbukanya bibir Wriothesley secara tidak sengaja karena ia meringis kesakitan akibat bibir bawahnya yang berdarah akibat digigit oleh Neuvillette, sang mantan iudex itu menjelajahkan lidahnya ke dalam mulut sang mantan duke. Ia tidak segan-segan untuk mengabsen setiap deretan gigi-giginya, beradu lidah dengan sang terkasih, hingga merangsek masuk ke tenggorokan sang terkasih.

"Hmff! Eungh-"

Dan beberapa menit kemudian, ketika Neuvillette berhasil mendistrak Wriothesley dengan ciumannya, ia perlahan berjalan ke arah laut seraya membimbing sang terkasih untuk mengikutinya.

Sedikit demi sedikit, secara perlahan, air mulai bersentuhan dengan mereka berdua. Mulai dari kaki, betis, lalu naik ke paha, pinggang, dan seterusnya. Hingga akhirnya, ketika air berada di batas dagu keduanya, Neuvillette melepas ciumannya ketika ia merasakan jika Wriothesley mulai kehabisan napasnya.

"PUAH! Hahh ... hahh ... hahh ... tu-tunggu, Neuvillette- b-bagaimana dengan mereka-"

"Oh, Wriothesley-ku, kau tidak perlu lagi untuk mengkhawatirkan para hama yang memang pantas untuk ditenggelamkan itu." ucap Neuvillette tajam dan penuh penekanan yang langsung memotong ucapan Wriothesley.

Wriothesley mengedipkan matanya sejenak. Tapi, ketika dia ingin membalas ucapan sang terkasih, Neuvillette kembali berucap.

"Biarkan Celestia puas karena ramalan yang mereka janjikan telah berhasil. Lagipula, aku tidak peduli. Aku sudah mengembalikan mereka yang pantas untuk diselamatkan olehku ke pelukan sang ibu laut. Dengarlah, Wriothesley, dengarlah panggilan dari sang ibu laut yang sedang memanggil kita saat ini untuk pulang."

Setelah mengucapkan hal itu, tangan kanan Neuvillette yang telah bebas dari sarung tangan itu terjulur dan mengelus pelan pipi Wriothesley.

"Sang ibu laut telah memanggil kita, sayang," bisik Neuvillette lembut. "Kau tidak ingin membuatnya kecewa, bukan?"

Meski keraguan masih menyelimuti hatinya, Wriothesley tetap menganggukkan kepalanya. Karena baginya, suara Neuvillette bagaikan nyanyian seekor siren yang telah menghipnotisnya sejak lama.

Neuvillette tersenyum kecil, ia kembali mencium bibir Wriothesley. Bedanya, ciuman kali ini lebih lembut.

Perlahan, keduanya mulai tenggelam, menerima pelukan sang ibu laut yang bahagia dengan kedatangan terakhir dua anaknya yang tersisa.

"Selamat datang kembali ke rumah kalian berdua yang sebenarnya, sang penguasa naga hydro dan mate-nya."

Itulah bisikan sang ibu laut yang terdengar oleh keduanya.

Menggunakan kekuatan hydro-nya, Neuvillette menciptakan sebuah gelembung air besar yang melingkupi dirinya dan Wriothesley agar kekasihnya itu bisa bernapas di dalam air. Meski Wriothesley masih memiliki cryo vision miliknya, Neuvillette tetap tidak ingin ada apapun yang mencelakai kekasihnya itu ketika benda itu terlepas dari Wriothesley nanti.

Ciuman menurun ke leher yang tertutupi perban hitam. Dan dengan cakarnya, Neuvillette memotong perban hitam itu dan kembali menciumi leher Wriothesley.

"Eumh ... N-Neuvi- ugh!"

Tidak puas dengan menciumi leher Wriothesley, Neuvillette juga turut menjilat, menggigit, dan menghisap leher sang terkasih hingga tanda-tanda kepemilikan tercipta.

'Aku ingin sekali menandai Wriothesley saat ini,' batin Neuvillette seraya melihat tengkuk Wriothesley. 'Tapi, tidak, ini bukan saatnya. Setidaknya, untuk saat ini, karena aku sedang tidak mengalami heat.'

Tidak hanya leher Wriothesley yang menjadi korban keganasan insting drakonik Neuvillette. Tulang selangka, bahu, dada ... semua bagian tubuh Wriothesley yang bisa tergapai oleh tangan dan mulut Neuvillette akan menjadi sasarannya. Bahkan, pakaian keduanya terlepas tanpa ampun oleh Neuvillette yang semakin liar.

Dan kini, mereka tidak memakai sehelai pakaian apapun.

Beruntunglah Neuvillette masih berbaik hati untuk menyimpan cryo vision milik Wriothesley di inventory pribadinya, walau ia sangat-sangat ingin sekali membuang atau menghancurkan benda sialan itu.

Tapi, tidak, Neuvillette tidak ingin Wriothesley kecewa. Kebahagiaan kekasihnya adalah prioritas nomor satunya.

"Jangan khawatirkan yang lain," desis Neuvillette. "Kau hanya milikku, Wriothesley. Sekarang, tunduklah dan turutilah penguasamu yang asli ini."

Neuvillette semakin menarik Wriothesley ke dasar laut yang paling dalam dengan kekuatan drakonik miliknya yang luar biasa, mata dan rinoforanya bersinar.

Dan ketika Wriothesley berbisik, mata Neuvillette semakin berkilat dengan kilatan penuh keposesifan dan gairah.

"Bawa aku sesukamu kemanapun yang kamu mau, oh, sang penguasa naga hydro yang kuat dan agung ... karena aku adalah milikmu."

Karena sang penguasa naga hydro yang kuat dan agung tidak akan pernah mau untuk melepaskan dan menyerahkan harta berharganya begitu saja kepada siapapun.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ugh! Pe-Pelan- agh! Pelan-pelan, N-Neuvi- eungh~"

Neuvillette mengabaikan permintaan kekasihnya, ia masih sibuk mengendarai kejantanan Wriothesley dan meremas-remas benda itu dengan lubangnya.

Tidak ada cahaya yang dapat menembus kedalaman laut yang sedalam ini, hanya cahaya dari mata dan rinofora Neuvillette saja yang menjadi satu-satunya sumber cahaya penerangan bagi mereka.

Desahan, erangan, dan geraman keduanya berpadu, kala Neuvillette terus-menerus menaik-turunkan dirinya dan mengendarai kejantanan Wriothesley tanpa henti. Tidak lupa, mulutnya juga memberikan tanda-tanda kepemilikan di hampir seluruh tubuh kekasihnya.

Entah sudah berapa lama mereka bercinta. Yang jelas, Neuvillette bisa melihat kekasihnya yang mulai kewalahan dan kelelahan dalam menangani dirinya yang memang diberkahi dengan kekuatan, energi, dan stamina drakonik yang di luar batas manusia.

Ketika Neuvillette menurunkan tubuhnya untuk terakhir kali di ronde yang entah ke berapa ini, Wriothesley kembali mengeluarkan cairannya tepat di dalam Neuvillette untuk yang entah ke berapa kalinya.

Sang penguasa naga hydro itu sendiri juga mengeluarkan cairannya dan mengotori perut dan dada Wriothesley yang ada di bawahnya.

Napas keduanya terengah-engah, meski napas Wriothesley yang paling terlihat seperti orang yang baru saja melakukan lari marathon enam ribu kilometer tanpa henti.

Tangan Neuvillette menyisir rambut Wriothesley, ia mendekatkan wajahnya ke wajah sang kekasih. Lalu, dengan kecupan kecil yang manis dari sang penguasa naga hydro, kelopak mata Wriothesley tertutup dengan kesadarannya yang juga ikut beralih ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

.
.

.

.

.

.

.

"Selamat bermimpi indah, mate-ku."

-

-

-

-

-

'Take Me Back to the Sea : C'mon, Dear, the Sea is Calling Us [TMBttS:CM,D,tSiCU]'

'End'

Notes:

Sign,
1.) Hammy Intan Nur Permatasari
(Hammy/My/Amy)

2.) Vanilla Putri Nabilla Azhari
(Vanilla/Vani/Nilla/Illa)

3.) Icy Rahmawati Chandra Purnamasari
(Icy/Cy/Cycy)

Sapphire_Ruby_21

Series this work belongs to: